RajaBackLink.com

Home / Aceh / Daerah / Headline

Rabu, 7 Januari 2026 - 01:49 WIB

Jalan Provinsi di Cot Irie Rusak Parah dan Tergenang, Camat Krueng Barona Jaya Desak Perbaikan Segera 

Saiful Amri - Penulis Berita

ACEH BESAR, SRIWIJAYTODAY.COM – Kondisi infrastruktur di jalan provinsi, tepatnya di Jalan Blang Bintang Lama Km 6.5, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, kian memprihatinkan. Ketiadaan drainase di depan Masjid Baitul Azhar Cot Irie menyebabkan badan jalan tergenang air layaknya kubangan dan mulai memakan korban jiwa maupun harta benda. (05/01/2026)

Pantauan di lokasi pada Minggu (04/01/2026), Camat Krueng Barona Jaya, Sayusi, SE, bersama jajaran stafnya turun langsung meninjau titik kerusakan. Air berwarna cokelat tampak menutupi sebagian besar badan jalan, menyulitkan kendaraan yang melintas dan menciptakan risiko kecelakaan yang tinggi.

Sudah Memakan Korban

Dalam tinjauan tersebut, Sayusi menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa lagi dibiarkan. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan jalan dan genangan air ini telah menyebabkan insiden nyata di tengah masyarakat.

“Kami mencatat sudah ada empat orang warga yang menjadi korban akibat kondisi jalan ini, dan satu unit kendaraan dilaporkan rusak parah. Ini harus segera diperbaiki sebelum jatuh korban lebih banyak lagi,” ujar Sayusi dengan nada tegas.

Pihak kecamatan secara resmi meminta kepada Dinas PUPR Bupati Aceh Besar Syeh Muharram agar segera mengambil langkah cepat dan konkret. Mengingat statusnya sebagai jalan provinsi, penanganan terpadu sangat dibutuhkan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Jangan sampai bertambah lagi jatuh lagi korban, baru direspon, tegas Camat.

Ancaman Banjir ke Pemukiman Warga

Senada dengan Camat, Kepala Desa (Geuchik) setempat, Sulaiman atau yang akrab disapa Bang Teh, menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap dampak jangka panjang jika drainase tidak segera dibangun. Ini sangat berbahaya.

“Kami berharap pemerintah serius melihat dan menindaklanjuti kondisi ini. Masalahnya bukan hanya jalan rusak, tapi jika terus dibiarkan tanpa selokan yang memadai, gampong kami terancam tenggelam karena air tidak memiliki saluran pembuangan,” ungkap Bang Teh.

Butuh Respon Cepat

Hingga saat ini, warga sekitar secara swadaya meletakkan tanda peringatan berupa ban bekas dan kayu di titik-titik lubang terdalam agar pengendara tidak terperosok. Namun, solusi permanen berupa pengaspalan ulang dan pembangunan sistem drainase menjadi harga mati bagi keselamatan warga di sepanjang jalur Blang Bintang Lama tersebut.

Semoga harapan dan pesan penting ini sampai dan didengar langsung oleh pejabat kabupaten. Mengingat jabatan bupati adalah amanah untuk melayani rakyat, kehadiran infrastruktur yang layak seperti drainase dan jalan yang aman adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda.

Kehadiran Camat Sayusi dan dukungan dari Bang Teh di lapangan sebenarnya sudah menjadi sinyal kuat bahwa aspirasi warga Cot Irie sangat mendesak. Dengan adanya publikasi ini, semoga Syech Muharram sebagai Bupati Aceh Besar dapat segera menginstruksikan Dinas PUPR untuk turun tangan, sehingga tidak ada lagi warga yang menjadi korban atau gampong yang terendam banjir (@TMJ).

Editor: Ayahdidien

Berita ini 105 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Aceh

Polres Aceh Timur Resmi Tahan Pemilik Klinik Baitussyifa Peureulak

Daerah

Satlinmas Kelurahan Bara Baraya Utara Kecamatan Makassar Bekerja Sama Dengan Pengurus Masjid Ilham Dalam Pengamanan Di Bulan Ramadhan

Headline

Pastikan Personel Bebas dari Judi Online, Kapolres Gowa Lakukan Pengecekan Mendadak Terhadap Ponsel Personelnya

Daerah

Surat Somasi 5 Lima Ormas Tidak Di Gubris Akan Bersurat Ke Kementrian dan President

Headline

Hari Maulid Nabi, Kapolda Sulsel Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pondok Tahfidz Darussalam

Berita Sumatera

Ketua PD GNPK-RI Muara Enim Berang Mendengar Adanya Khabar Isu Pembekuan

Headline

Soal Penyerahan Surat Keputusan Pengurus Kesekretariatan DPC AKPI Muba! Rino Triono: Saya Optimis AKPI Cepat Berkembang

Daerah

Pj. Sekda Arie Anthony, Narasumber Inspiratif Dalam Dialog Pembangunan Di TVRI Lampung