RajaBackLink.com

Home / Nasional / Opini

Jumat, 13 Mei 2022 - 14:58 WIB

PIKNIK PANIK JOKOWI KE AMRIK

Bagas - Penulis Berita

by M Rizal Fadillah*

SRIWIJAYATODAY.COM | Tentu suara resmi akan menolak bahwa perjalanan ke Amerika ini adalah piknik, sebab jelas agenda utama tidak lain untuk mengikuti acara KTT AS-Asean tanggal 12-13 Mei 2022 di Washington DC. Isu menonjolnya adalah jadwal pertemuan dengan Elon musk yang difasilitasi Luhut. Jadwal resmi ya dibuat ini dan itu.

Setelah piknik domestik Yogyakarta dan Bali kini Amerika. Rombongan besar 62 berangkat menggunakan pesawat carter Garuda bukan pesawat Kepresidenan. Konon efisiensi, katanya karena pesawat Kepresidenan harus transit-transit dan hanya isi 48 penumpang. Nyatanya ber-Boeing 777-300 ER juga transit di Amsterdam. Lalu wajib kah anggota rombongan berjumlah banyak ?

Mendarat di Pangkalan Militer Andrews Washington DC tanpa penyambutan panitia atau pejabat setempat. Bagi seorang Presiden yang berstatus sebagai Koordinator negara G-20 dan mewakili negara besar ASEAN soal penyambutan adalah penting. Wibawa bangsa dan negara. Memang faktanya Jokowi tidak berwibawa.

Tanpa penyambutan kenegaraan justru mengindikasikan bahwa perjalanan Presiden ini disamakan dengan kunjungan privat atau piknik.

Kemenlu menjelaskan soal penyambutan dengan menegaskan kunjungan ini bukan bilateral jadi cukup oleh pejabat negara sendiri. Namun tidak terjelaskan mengapa PM Malaysia Ismail Sabri dan PM Kamboja Hun Sen disambut oleh Special Advisor to US Chief Protocol Asel Robert atau PM Singapura Lee Hsien Loong disambut langsung di Airport oleh Presiden Joe Biden ? Presiden Indonesia memang dicuekin.

Alasan bukan bilateral dinilai mengada-ada, aktivis Demokrasi yang tinggal di USA Christ Komary menulis bahwa banyak pertemuan multilateral dimana kedatangan para Kepala Pemerintahannya disambut resmi oleh State Departement, White House, dan anggota US Congress. Menurutnya “it was generalization statement but it’s not exactly and completely true..!! “.

Sampai hari ini belum ada hasil meeting yang signifikan, apalagi yang menyangkut peran dan penghargaan terhadap Indonesia. Sambutan Jokowi dalam santap siang di Capitol Hill lebih bersifat basa-basi dan normatif. Soal dampak perang Rusia Ukraina semua telah mengetahui. Sementara itu rayuan Jokowi di depan pengusaha AS menjadi khas minta-minta datang berinvestasi di Indonesia.

Nah jika Jokowi tidak dianggap penting khususnya oleh Amerika, maka kehadiran dalam acara di Amerika bisa-bisa kurang bermakna artinya kunjungan ini hanya piknik saja. Mungkin berbeda dengan Malaysia, Singapura atau Filipina yang menggalang kerjasama serius melawan hegemoni China. Sebaliknya, Indonesia dinilai berbeda, sangat berbaik-baik dengan China.

Piknik Jokowi bukan bersenang-senang tetapi menenangkan diri. Di dalam negeri babak belur akibat terlalu banyak dosa politik, sementara diplomasi luar negeri tidak bagus, tidak mulus, dan tidak becus. Dikenal dengan diplomasi cas cis cus. Plintat-plintut. Jokowi mengalami kegelisahan politik yang serius.

Teralienasi dan sepi dari para pendukung yang mulai lari untuk selamatkan diri. Luar negeri pun sudah tak peduli lagi. Nyanyian investasi membuat Jokowi semakin rendah diri dan frustasi.

Inilah piknik panik Jokowi ke Amrik.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung 13 Mei 2022

Berita ini 117 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Polisi

BREAKING NEWS : Sita 17 Paket Sabu Siap Edar, Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Muara Enim Gagalkan Peredaran Narkotika di Wilayah Kecamatan Belimbing

Daerah

DIDUGA DEMI PESANAN ULP KABUPATEN MUARA ENIM DALAM PELAKSANAAN LELANG APBD TAHUN 2022 BERANI MELANGGAR ATURAN KEPRES NO 16 TAHUN 2018

Headline

BREAKING NEWS : Korupsi Pemberian Fasilitas Pinjaman Kredit Bank Plat Merah, Kejati Sumsel Sita Uang Ratusan Miliar

Opini

Bangun Budaya Membebek Sebelum Menjadi Bebek 

Headline

Wow Gudang Di duga Tempat Penimbunan Minyak Goreng Ilegal Di Samping Kantor Bea Cukai

Nasional

Munculnya Spanduk Bertuliskan “Tolak KPK Obok-obok Kota Bekasi” Di Ruang Publik Bukan Sekadar Dinamika Sosial Biasa

Headline

Proyek Sport Center Bojonegoro Abaikan Keselamatan Pekerja

Headline

HRD Kembali Ingatkan Menhub Soal Jalur Kereta Api Lhokseumawe-Bireuen