RajaBackLink.com

Home / Peristiwa

Senin, 9 Juni 2025 - 18:54 WIB

Program Tertutup Pertamina di PALI Tuai Kritik: Pers Lokal Merasa Diabaikan

Kabiro Pali - Penulis Berita

Sriwijayatoday.com, PALI – Program “Local Community Leaders 2025” yang digelar PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 (Pendopo Field dan Adera Field) pada Senin, 9 Juni 2025.

Memantik kekecewaan kalangan pers di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Tanpa pemberitahuan resmi ataupun koordinasi terbuka, perusahaan pelat merah itu secara sepihak menunjuk peserta dari kalangan wartawan dan ormas, tanpa melibatkan organisasi pers yang sah di daerah tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan secara tertutup itu dinilai melukai semangat keterbukaan informasi dan mencederai prinsip kemitraan yang sehat antara perusahaan dan insan media.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) PALI, Joko Sadewo, SH, MH, menyayangkan sikap Pertamina yang dinilai bertindak semaunya.

“Tidak ada pemberitahuan, baik secara lisan maupun surat resmi. Pihak Pertamina sekarang lebih memilih bertindak slonong boy setiap ada kegiatan,” tegasnya.
Hal serupa disampaikan oleh Ketua Pro Jurnalismedia Siber (PJS) PALI, Eddi Saputra, C.IJ, yang menilai kegiatan tersebut tidak transparan.

“Kalaupun saya diundang, saya tidak akan ikut karena sudah UKW dan dinyatakan kompeten. Tapi organisasi kami punya anggota, dan seharusnya dihargai sebagai mitra. Ini bukan soal siapa ikut, tapi soal etika bermitra,” ujarnya.

Eddi menambahkan bahwa kegiatan semacam ini seharusnya menjadi ruang kolaboratif yang terbuka, terutama di wilayah kerja perusahaan yang sangat bergantung pada penerimaan sosial masyarakat.
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) PALI,

Dedek Apriadi, dan Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) PALI, Heru Martin, juga menyatakan hal senada. Keduanya menyesalkan sikap Pertamina yang terkesan hanya menggandeng media-media tertentu, tanpa membuka akses informasi secara merata.

“Pertamina di PALI sekarang memang tidak terbuka dan tidak adil dalam bermitra dengan wartawan lokal,” keluh Heru.

Heru menyebut, pola komunikasi tertutup seperti ini menjadi preseden buruk bagi hubungan jangka panjang antara perusahaan dan media.

“Kalau cara begini terus dipertahankan, kredibilitas Pertamina di mata publik akan terus menurun,” tambahnya.

Upaya konfirmasi kepada Indrika Eko Sriatini, PIC Media Pertamina Pendopo Field, hingga berita ini diterbitkan belum membuahkan hasil. Pesan WhatsApp redaksi tidak mendapatkan balasan, semakin memperkuat kesan adanya penutupan komunikasi dari pihak perusahaan.

Sementara itu, mantan pejabat Humas Pertamina Pendopo Field, Sukeri, mengaku tidak tahu-menahu soal siapa yang menentukan daftar peserta dari kalangan wartawan.

“Saya tidak tahu. Saya tidak pegang nama-nama pesertanya. Bahkan PIC Media pun bukan penentu peserta,” jelasnya.

Menurut Sukeri, kegiatan yang bertajuk Pertamina Local Community Leaders Program 2025 – Zona 4 ini melibatkan 90 peserta termasuk dari internal perusahaan.

Tujuannya adalah membangun situasi sosial yang kondusif guna mengamankan “social license to operate” sebagai dukungan bagi kelancaran operasional hulu migas.

“Namun, dengan absennya komunikasi terbuka dan tidak dilibatkannya organisasi pers secara resmi, tujuan tersebut justru terancam berbalik menjadi sentimen negatif di tengah masyarakat dan kalangan media,” tutupnya. (“Red”)

Berita ini 213 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Polisi

Breaking News : Polisi Ringkus Pelaku Perampokan Sebuah Warung di Desa Hidup Baru Benakat

Aceh

Abrasi Landa Pesisir Timur Aceh, di Aceh Timur Hancurkan Satu Rumah Warga

Berita Polisi

Kapolda Sumsel Berangkatkan 170 Personel Brimob, Shabara, dan Polair ke Daerah Rawan Karhutla.

Berita Polisi

BREAKING NEWS : Pelaku Pencuri Buah Sawit di Gunung Megang Resmi Dinyatakan Sebagai DPO

Aceh Timur

Bupati Aceh Timur Ikuti Upaca Hari Lahir Pancasila secara Virtual

Peristiwa

Debit Air Sungai Lematang Meluap, Dua Desa di Kecamatan Tanah Abang Mulai Tergenang

Headline

Viral!!! Fenomena Jalan Menggantung Di Kecamatan Semendo Darat Tengah! Begini Kata Kades Batu Surau

Aceh

Jaga Perdamaian Aceh Menjadi Harapan Anak Syuhada Dewantara