RajaBackLink.com

Home / Headline / Nasional / Nusantara

Kamis, 22 April 2021 - 15:56 WIB

Waspada Penyerbaran Paham Radikal Terorisme Di Indonesia

Bagas - Penulis Berita

Sriwijayatoday.com Jakarta -Isu radikalisme sudah lama muncul ke permukaan. Hal ini menjadi perhatian baik di lingkup nasional, regional, maupun internasional. Terlebih saat ini momentum pandemi Covid-19 tampak dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk menebar radikalisme dan terorisme diberbagai kanal media.

Direktur Penegakkan Hukum BNPT, Brigjen Pol. Edy Hartono, mengatakan
berdasarkan hasil riset, radikalisme melibatkan setidaknya satu dari dua hal. Pertama penerimaan atau dukungan kepercayaan ide dan sikap yang bertentangan atau berada di luar jangkauan umum seperti sikap rasis dan intoleran. Kedua, penggunaan metode atau strategi tidak sah untuk mengaktualisasikan ide dan keyakinan mereka.

“Seluruh masyarakat perlu memahami dan mewaspadai bahaya paham radikal terorisme. Paham tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Ketuhanan, toleransi antar umat beragama, kemanusiaan, persatuan, dan megedepankan asas musyawarah serta keadilan,” ujar Edy, Jakarta, Kamis (22/4).

Baca Juga :  KETUM PWMOI JUSUF RIZAL: SIAPAPUN LECEHKAN WARTAWAN KITA LAWAN

Berdasarkan UU No 5 Tahun 2018 didefinisikan sebagai perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Brigjen Pol. Edy Hartono menegaskan bahwa kelompok radikal dan teror senantiasa menggaungkan ideologi anti Pancasila yang mengedepankan ideologi kekerasan, intoleransi, konsep daulah.
Hal ini memiliki efek buruk pada pembentukan hukum dan mengacaukan pemerintahan, merugikan ekonomi, sosial dan mengancam teritorial negara.

“Sarana yang dimanfaatkan kelompok radikal dan teror dalam menyebarkan pemahamannnya yaitu menggunakan media online dan media sosial, untuk melakukan kegiatan seperti propaganda, doktrin, perekrutan, seruan jihad, hingga penggalangan dana dengan dalih infaq. Hal ini dapat berdampak besar karna menyebar dikalangan milenial dan generasi muda,” ujar Edy lagi.

Baca Juga :  Diduga BPD Tidak Paham Aturan/Permendagri tentang BPD.

Saat ini rekrutmen bukan hanya ditujukan kepada masyarakat yang berpendidikan rendah, namun juga pada masyarakat berpendidikan tinggi, anak-anak, bahkan perempuan. Terkait dengan, pelatihan, kelompok ini melakukan dengan sistem _e-learning, ebook,_ serta youtube. Mereka juga memiliki sistem keamanan dengan melakukan penyandian sehingga tidak mudah terdeteksi.

“Masyarakat diharapkan dapat selalu waspada terhadap penyebaran paham radikal terorisme dapat dilakukan dengan memahami secara nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan menerapkan dalam kehidulan sehari-hari, mempelajari pemahaman agama secara benar dan utuh, serta bijak dan mengenal etika dalam penggunaan media sosial, serta menumbuhkan sikap toleransi, dan cinta tanah air dan menghargai nilai kebhinekaan,” pungkasnya.

Syarip H/red

Berita ini 32 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Headline

Danpussenarmed Laksanakan Kunjungan Kerja ke Yonarmed 10 Kostrad

Headline

Kapolres Gowa Hadiri Pembukaan Pertandingan Tennis Antar Instansi Polda Sulsel 

Nasional

Camat Se-Aceh Timur Ikuti Rakor Musrenbang

Nusantara

Tingkatkan Kesiapsiagaan Personil, Koarmada l Gelar Latihan Operasi Penanggulangan Bencana

Headline

VAKSINASI POLSEK POLUT KEMBALI SASAR PELAJAR SMAN 6 TAKALAR

Headline

Polri Mutasi dan Rotasi Jabatan, Dankorbrimob dan 6 Kapolda Berganti

Berita Sumatera

Giat Rutin Peninjauan Posko PPKM Berskala Mikro Oleh Kapolsek Semende

Nusantara

SUKSESKAN PROGRAM FOOD ESTATE, KODIM 0502/JU TANAM JAGUNG DI LAHAN TIDUR