RajaBackLink.com

Home / Headline / Nasional / Opini / Politik

Jumat, 10 September 2021 - 08:58 WIB

PDIP PASCA MEGAWATI

Saiful Amri - Penulis Berita

by M Rizal Fadillah*

Sriwijayatoday.com | Bandung Isu Megawati dilarikan ke Rumah Sakit viral di media sosial. Konon diberitakan berada di ruang ICU dan koma. Petinggi PDIP ada yang membantah dan menyatakan Mega sehat. Adapula kader yang bingung. Wartawan Senior Hersubeno Arief mengabarkan dari teman dokter bahwa Mega di RS itu benar. Ada yang mendoakan sehat tapi ada juga yang berharap wafat. Netizen menyikapi dengan beragam tanggapan yang sejalan dengan prinsip mengepak kebhinekaan dalam pemberitaan.

Di luar soal informasi yang simpang siur itu cepat atau lambat Megawati dipastikan akan meninggalkan dunia politik baik disebabkan oleh kematian ataupun uzur. Persoalannya bagaimana nasib PDIP sepeninggal Megawati ? Sebagai Partai besar tentu dampaknya besar pula. Siapkah Puan menjadi pelanjut kepemimpinan trah Soekarno ?

Yang sudah berada pada jalur politik saat ini memang hanya Puan Maharani. Ia mantan Menteri Koordinator dan kini Ketua DPR RI. Baliho mulai banyak terpasang untuk mengakselerasi jalan menuju istana. Meski cukup berat tetapi ia adalah ahli waris Soekarno terdepan. Memang ada Guruh Soekarno Putera namun nampaknya bidang seni lebih menyedot perhatiannya ketimbang politik.

Istana akan melirik PDIP dan mencoba menancapkan pengaruh. Jokowi dan tangannya akan berupaya “merebut” posisi. Apakah Jokowi sendiri, menitipkan putera, atau orang kepercayaan yang akan ditanam untuk menguasai singgasana. Ada Ganjar, Luhut, atau Tjahyo Kumolo. Jika Luhut yang dimaksud maka hal itu mengingatkan operasi Moeldoko saat mengkudeta Partai Demokrat. Jokowi tak mau gagal kali ini.

PDIP tetap membutuhkan pemimpin dari trah Soekarno untuk mempertahankan kekuatan dan soliditas. Meski Puan memiliki banyak kelemahan, nampaknya sang puteri yang menjabat sebagai Ketua bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP ini tetap menjadi pilihan terbaik.

Sepeninggal tokoh kuat Megawati PDIP akan mengalami goncangan. Ini disebabkan permainan Istana yang ingin mengamankan kepentingannya pada partai pemenang pemilu tersebut. Goncangan ini sedikit banyak akan memerosotkan kekuatan Partai berlambang Banteng ini.

Kondisi Megawati masih misterius, namun konfigurasi politik akan terus terbangun. PDIP adalah partai penentu pemerintahan yang kini sedang kesulitan untuk mengendalikan Presiden Jokowi. Oligarkhi tidak dipimpin oleh Megawati.

PDIP pasca Megawati mungkin akan semakin segar karena terjadi kaderisasi, akan tetapi sebaliknya dapat menjadi semakin loyo karena kehilangan figur kuat perekat perjuangan. PDIP tanpa Mega seperti banteng tanpa tanduk. Parahnya konflik internal akan membesar, konflik antara pendukung trah Soekarno, non Soekarno, dan Istana.

Akankah PDIP diambang mala petaka ? Sesungguhnya politik dinasti bukan idealnya sebuah Partai Politik.

Editor/Publies: SAIFUL AMR

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 10 September 2021

Berita ini 68 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Headline

*Kasad Berikan Kultum Shalat Subuh di Masjid H.M. Asyik Makassar*

Headline

Hasballah “Rocky” Terobos Hujan dan Jalan Rusak, Antar Bantuan ke Korban Banjir Pante Bidari

Headline

Panglima koops Udara II Menutup Turnamen Sepak Bola Dirgantara Cup XXVI Agustus 25, 2024

Daerah

Diprediksikan Rebut Kursi Kelima Dapil Rembang VII Kaliori- Sumber, Ini Kata Petinggi PKS

Daerah

Pati Banjir Demonstran, Giliran Nelayan Pati Geruduk DPRD, Mati- Matian Protes PNBP Pasca Produksi 10 %

Headline

Ditangkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika, RA Terjerat Kasus Kepemilikan Senjata Api Ilegal

Headline

Bhabinkamtibmas Polsek Polut Bantu Warga Bersihkan Pohon Tumbang di Jalan Poros Takalar

Headline

Bulan Penuh Berkah, Bhayangkari Bersama Polwan Polres Takalar Bagi Takjil Gratis